E-ISSN: xxxx-xxxx
P-ISSN: xxxx-xxxx
Journal History
Filosofi Penamaan Jurnal:
1. Akar Kata dan Ungkapan Sumber
Nama TAKAMBANG diambil dari bahasa Minangkabau, yang secara harfiah berarti "terkembang", "terbentang", atau "terhampar". Kata ini berasal dari horizon pemikiran filosofis Minangkabau yang termaktub dalam ungkapan adat:
Alam Takambang Jadi Guru — Falsafah Adat Minangkabau
2. Makna Filosofis
Ungkapan ini secara harfiah bermakna "alam yang terbentang/terhampar menjadi guru". Ia merupakan salah satu prinsip epistemologis tertua dalam tradisi intelektual Minangkabau yang menempatkan alam semesta dengan segala fenomena, siklus, dan tatanannya sebagai sumber utama pengetahuan, kearifan, dan pembelajaran hidup manusia.
Dalam pandangan dunia (worldview) Minangkabau, alam bukan sekadar latar atau objek pasif yang dieksploitasi, melainkan subjek aktif yang mendidik, mengajarkan tata krama, hukum sebab-akibat, keseimbangan, dan etika kehidupan bersama. Prinsip ini melahirkan cara pandang epistemologis yang khas: pengetahuan tidak semata bersumber dari teks atau otoritas manusia, tetapi juga dari pengamatan cermat terhadap gejala alam. Perkembangan tumbuhan, perilaku hewan, siklus musim, aliran air, hingga bentang alam. Filosofi ini pada dasarnya adalah bentuk epistemologi ekologis (ecological epistemology) yang telah dipraktikkan jauh sebelum istilah ecohumanities dikenal secara akademik.
Beberapa nilai filosofis yang terkandung dalam prinsip alam takambang jadi guru dan relevansinya dengan visi jurnal:
- Relasionalitas — manusia dan alam dipandang sebagai satu jalinan relasi timbal balik, bukan dikotomi subjek–objek.
- Keteladanan alam — hukum alam (mis. keseimbangan, siklus, keberlanjutan) dijadikan rujukan etika dan tata sosial manusia.
- Pengetahuan situasional dan kontekstual — kebenaran dipahami melalui pengamatan langsung terhadap lingkungan sekitar, sejalan dengan semangat kajian berbasis tempat (place-based inquiry) dalam ecohumanities.
- Keberlanjutan sebagai nilai luhur — menjaga alam berarti menjaga keberlangsungan pembelajaran itu sendiri, sejalan dengan isu keberlanjutan (sustainability) global.